Noorbaya, Siti
STMIK Widya Cipta Dharma

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SISWA KELAS III DI SDN 027 SAMARINDA Johan, Herni; Reni, Dian Puspita; Noorbaya, Siti
Husada Mahakam Vol 4 No 6 (2018): Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.253 KB)

Abstract

Perilaku mencuci tangan adalah suatu aktivitas, tindakan mencuci tangan yang di kerjakan oleh individu yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan, salah satunya adalah kebiasaan mencuci tangan pakai sabun. Teknik cuci tangan yang salah dapat menyebabkan diare dan ISPA pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan media audio visual video terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa SDN 027 Samarinda. Desain penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasy eksperimen) dengan rancangan one group pretest-posttest. Total sampel 56 responden, dengan jumlah kelompok eksperimen sebanyak 28 responden dan kelompok kontrol sebanyak 28 responden. Instrumen yang digunakan adalah checklist. Sebelum dilakukan analisa data, dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk. Uji yang digunakan mann whitney dan wilcoxon signed ranks test. Hasil uji statistik dengan Mann Whitney Test menunjukkan bahwa pada uji pre test kontrol dan eksperimen sebesar 0,083 > 0,05, uji post test kontrol dan eksperimen sebesar 0,001 < 0,05. Hasil uji statistik pretest dan posttest kelompok eksperimen dengan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa nilai 0,001 < 0,05 (ada perbedaan yang bermakna). Sedangkan, pada kelompok kontrol dengan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa nilai 0,173 > 0,05 (tidak ada perbedaan yang bermakna). Bagi praktisi pendidikan  media ini dapat menjadi alternatif dalam mengajarkan perilaku cuci tangan pakai sabun dan diharapkan dapat meningkatkan perilaku cuci tangan pakai sabun tidak hanya di sekolah tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Gambaran Klinis Pasien CTEV Yang Telah Menjalani Penatalaksanaan Metode Ponseti Berdasarkan Functional Rating System Di RSUD Abdul Sjahranie Samarinda Noorbaya, Siti; Irfan, Irfan; Johan, Herni
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.56 KB)

Abstract

Congenital Talipes Equinovarus merupakan kelainan bawaan yang paling sering terjadi dalam bidang orthopedi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis pasien CTEV yang telah menjalani penatalaksanaanmetode Ponseti berdasarkan functional rating system di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode2013-2016. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Data primer diambil dari prosesbertemu langsung dengan orang tua dan pasien serta data sekunder diambil dari catatan rekam medikRSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil penelitian didapatkan 10 pasien CTEV dengan jumlahkaki yang mengalami CTEV sebanyak 13 kaki. Hasil penilaian CTEV berdasarkan FRS menunjukkan sebanyak8 pasien (80%) dengan 10 kaki CTEV (76,92%) mempunyai hasil yang sangat baik dan 2 pasien (20%) dengan3 kaki (23,08%) mempunyai hasil buruk. Usia pertama kali dilakukkan penatalaksaan terdiri dari usia 0-28hari berjumlah 6 pasien (60%) dan usia 1-12 bulan berjumlah 4 pasien (40%) (mean sebesar 30 ± 34 hari danmedian sebesar 28 hari). Unilateral CTEV sebanyak 7 pasien (70%) dengan 5 pasien (71,4%) unilateral dekstradan 2 pasien (28,6%) unilateral sinistra serta 3 (30%) pasien bilateral. Idiopatik CTEV berjumlah 8 pasien(80%) dan sindromik berjumlah 2 pasien (20%) (hidrosefalus, spina bifida, dan polidaktili). Hasilpenatalaksanaan CTEV berdasarkan FRS memiliki hasil sangat bagus pada 8 pasien CTEV dengan 13 kakiCTEV. Usia yang terbanyak adalah usia 0-28 hari dengan defek anatomis yang terbanyak adalah unilateral dandiagnosis klinis terbanyak adalah idiopatik CTEV
Studi Asuhan Kebidanan Komprehensif di Praktik Mandiri Bidan yang Terstandarisasi APN Noorbaya, Siti; Johan, Herni; Reni, Dian Puspita Reni
Husada Mahakam Vol 4 No 7 (2018): November 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.823 KB)

Abstract

Jumlah AKI sangat tinggi di dunia, pada tahun 2016 lebih dari 216 per 100.000 kelahiran hidup perempuan meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan dan kelahiran anak, tercatat 800 perempuan meninggal setiap harinya. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan jumlah AKI di Indonesia pada tahun 2016 yaitu 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. AKI di Kaltim masih tinggi sebanyak 137 orang dari jumlah hidup lahir sebanyak 69,372 orang dan AKB sebanyak 7 bayi. Hal ini menjadi ironi karena untuk mencapai target SDG,s hingga tahun 2030 adalah mengurangi AKI dibawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan pada 2030 mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah. Untuk itu peran bidan sebagai tenaga kesehatan melakukan continuity of care yang sudah terstandarisasi APN mampu menurunkan AKI dan AKB. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif di Praktik Bidan Mandiri yang terstandarisasi APN Samarinda. Metode yang digunakan yaitu diskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah ibu hamil trimester III. Hasil penelitian yaitu asuhan komprehensif (Continuity of Care) yang diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai dengan asuhan KB berjalan normal tidak ada data yang mengarah kegawatdaruratan ataupun patologis dan tidak ada kesenjangan antara teori dengan praktik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asuhan komprehensif yang diberikan kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai dengan asuhan KB mendapatkan hasil fisiologis dan dapat mencegah kegawatdaruratan maternal dan neonatal  
PENGARUH BABY SPA (SOLUS PER AQUA) TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN RENDAH USIA 4-6 BULAN Noorbaya, Siti; Reni, Dian Puspita; Lidia, Besse
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 2 No 3 (2018): Vol 2 No. 3 Mei 2018 Mahakam Midwifery Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.585 KB)

Abstract

Abstract Weight is a measure of Anthropometry paramount and most often used in the newborn (neonatal), weight used to see normal Or Low Birth Weight Baby. It Says The Baby's Weight in babies, baby birth weight of under 2500 grams or less 2.5 kg. In infants who experience low weight Baby Spa (solus per aqua) can be done on infants aged 4-6 months in two ways, namely bath soak or swimming and massage. Soaking and swimming can stimulate motor movements in infants, while playing the water so that the muscles can thrive, the joints will grow optimally and the body of a baby being pliable. Baby massage is beneficial increasing the weight, concentration of babies, make baby sleep more soundly, as well as foster the bonds of affection between rope and masseurs. This research aims to know the influence of Baby Spa (solus per aqua) against the increase in low weight infants aged 4-6 months. Using the quasi approach alphabets experiment, the research design used was pre test and post test with control design. The population of this research was the baby with low weight age 4-6 months. Research of sampling by using purposive sampling. Sample research already selected based on the criteria of inclusion amounted to 16. The subject is divided into 2 groups, group treatment (baby spa) that add up to 8 babies and the control group (Massage) that add up to 8 babies. Analysis using the Wilcoxon umtuk test to know the influence of pre and post test group treatment. To test the different post test on the Group's treatment with Mann-whitney test. The results of this research namely the influence Baby Spa (solus per aqua) against the increasing weight of infants aged 4-6 months. Keywords : Baby Spa (Solus per Aqua), Low Birth Weigth Baby Abstrak Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus), berat badan digunakan untuk melihat bayi normal atau BBLR. Dikatakan BBLR apabila berat bayi/balita,  berat  bayi  lahir  dibawah 2500 gram atau dibawah 2,5 kg. Pada bayi yang mengalami berat badan rendah Baby Spa (solus per aqua) dapat dilakukan pada bayi usia 4-6 bulan dengan dua cara, yaitu mandi berendam atau berenang dan pijat. Berendam dan berenang dapat merangsang gerakan motorik pada bayi, sedangkan bermain air agar otot-otot bayi dapat berkembang dengan baik, persendian akan tumbuh secara optimal dan tubuh bayi menjadi lentur. Pijat bayi bermanfaat meningkatkan berat badan, konsentrasi bayi, membuat tidur bayi lebih lelap, serta membina ikatan tali kasih sayang antara pemijat dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Baby Spa (solus per aqua) terhadap peningkatan berat badan rendah pada bayi usia 4-6 bulan. Dengan menggunakan pendekatan quasi eksperiment, design penelitian yang digunakan adalah pre-test and post-test with control design. Populasi penelitian ini adalah bayi dengan berat badan rendah usia 4-6 bulan. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian yang sudah terpilih berdasarkan kriteria Inklusi berjumlah 16 bayi. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan (baby spa) yang berjumlah 8 bayi dan kelompok kontrol (Massage) yang berjumlah 8 bayi. Analisis menggunakan Wilcoxon test umtuk mengetahui pengaruh pre and post test pada kelompok perlakuan. Untuk uji beda post test pada kelompok perlakuan meggunakan Mann-whitney test. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh Baby Spa (solus per aqua) terhadap peningkatan berat badan bayi usia 4-6 bulan.   Kata Kunci  : Baby Spa (solus per aqua), Berat Badan Bayi Rendah