This Author published in this journals
All Journal Fakultas Pertanian
Lanang, Fransiskus
Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 1 Documents

Found 1 Documents


Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar


This study aims to analyze the business of making modified taro flour using Saccharomyces cerevisiae. Saccharomyces cerevisiae used in this modification process uses a concentration of 10%. The business analysis parameters used include Cost of Goods Sold (HPP), Break Event Points (BEP), Revenue Cost Ratio (RCR), Payback Period (PP). The results of the study show that the total production costs needed within 1 year are Rp. 187,864,000, - with a production capacity of 62,400 packs, the depreciation was Rp. 145,000, then you can get a Cost of Sales (HPP) of Rp. 3012.97 / bks. The selling price of packaging is Rp. 3464.92 / bks by determining a profit of 15%. Net profit per day is Rp. 90,390. Break Event Point (BEP), which is obtained in the amount of Rp. 111.111.111, Payback Period (PP) = 6 and Revenue Cost Ratio (RCR) = 1.15 which means that the modified taro flour business is profitable and feasible to be cultivated because of RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha pembuatan tepung keladi termodifikasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam proses modifikasi ini menggunakan konsentrasi 10%. Parameter analisa usaha yang digunakan meliputi Harga Pokok Penjualan ( HPP), Break Event Point ( BEP), Revenue Cost Ratio (RCR), Payback Periode (PP). Hasil penelitian menunjukan total biaya produksi yang dibutuhkan dalam waktu 1 tahun yaitu sebesar Rp. 187.864.000,- dengan kapasitas produksi sebesar 62.400 bungkus, depresiasinya adalah sebesarRp. 145.000, maka dapat diperoleh Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp. 3012,97/bks. Harga jual kemasan adalah Rp.3464,92/bks dengan menentukan keuntungan sebesar 15%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp.90.390. Break Event Point ( BEP), yang diperoleh yaitu sebesar Rp. 111.111.111, Payback Periode (PP)= 6 dan Revenue Cost Ratio (RCR) = 1,15 yang artinya usaha tepung keladi termodifikasi ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR> 1.