p-Index From 2014 - 2019
1.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fakultas Pertanian
Rahmawati, Atina
Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Penentuan Mutu Sorgum Merahmelalui Proses Fermentasi Menggunakan Rhyzopus sp.

Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red sorghum is one of the cereal that has the potential to be used as a substitute for rice because of its high nutritional content, high seed productivity, and sorghum plants that are genetically capable of growing in dry soil conditions. Red sorghum has high protein potential, but its use as food in East Nusa Tenggara (NTT) is still very limited. The limiting factor in the use of sorghum as a food source is the low nutrient digestibility including protein and the lack of knowledge about the nutritional value especially the red sorghum from Malacca NTT. Therefore, the purpose of this study was to determine the quality characteristics of red sorghum flour from Malaka NTT fermented by Rhyzopus sp. The study design used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 1 factor is fermentation time (4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, and 18 hours) using Rhyzopus sp. Each formulation was repeated 2 times, so there are 16 experimental units. The best treatment is fermentation carried out for 14 hours. The quality characteristics of the product with the best treatment were protein content 10.61%, moisture content 7.09%, ash content 0.65%, fat content 1.205%, carbohydrate content 82.21%, crude fiber 1.46%, and brightness (L) 66,4. Sorgum merupakan serealia yang paling potensial digunakan sebagai substitusi beras karena kandungan gizinya yang tinggi, produktivitas bijinya yang tinggi, dan secara genetik tanaman sorgum mampu tumbuh pada kondisi tanah yang kering. Sorgum memiliki potensi protein yang tinggi, namun di Nusa Tenggara Timur (NTT) penggunaannya sebagai bahan pangan masih sangat terbatas. Faktor pembatas dalam pemanfaatan sorgum sebagai sumber pangan adalah rendahnya daya cerna gizi diantaranya protein sorgum dan belum diketahuinya nilai gizi dalam sorgum merah asal Malaka NTT. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mutu tepung sorgum merah asal Malaka NTT yang difermentasi menggunakan Rhyzopus sp. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu lama fermentasi (4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, dan 18 jam) dengan menggunakan mikroba Rhyzopus sp., masing-masing formulasi diulang sebanyak 2 kali, sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan terbaik adalah fermentasi yang dilakukan selama 14 jam. Karakteristik mutu dari produk dengan perlakuan terbaik tersebut yaitu kadar protein 10,61%, kadar air 7,09%, kadar abu 0,65%, kadar lemak 1,205%, kadar karbohidrat 82,21%, serat kasar 1,46%, dan kecerahan (L) 66,4.

ANALISA USAHA PEMBUATAN MIE KERING DARI PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KELADI TERMODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN LESITIN

Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the business of making dried noodles with the proportion of flour and modified taro flour and the addition of lecithin. Analysis was carried out on the best treatment. This study used two treatments, namely the perporion of flour consisting of 5 levels of 90% and 10%, 80% and 20%, 70% and 30%, 60% and 40%, 50% and 50% and the addition of lecithin consisting of 2 levels, namely 0 , 3% and 0.5%. The best treatment is determined by calculating the yield value (NH). Business analysis is calculated based on HPP, BEP and RCR. The results showed the highest yield value (NH) was found in the proportion of 50% wheat flour and 50% modified taro flour and the addition of 0.5% lecithin so that the treatment used as a benchmark for business analysis. Calculation of business analysis in making dry noodles needed in 1 year is Rp. 13,190,000, with a production capacity of 1 year which is equal to 30,000 packs, the depreciation is Rp. 554,333.33, then HPP can be obtained in the amount of Rp. 2,492.38, The net selling price per day is Rp. 3,115.48, By determining a profit of 25%. Net profit per day is Rp.62,310, BEP The unit obtained is Rp.12,753.33, BEP The price obtained is Rp.37,685,714.29 and RCR = 1.25 which means that the dry noodle business is profitable and feasible because RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha pembuatan mie kering dengan proporsi tepung terigu dan tepung keladi termodifikasi serta penambahan lesitin. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu perporsi tepung yang terdiri 5 level 90% dan 10%, 80% dan 20%, 70% dan 30%, 60% dan 40%, 50% dan 50% serta penambahan lesitin yang terdiri 2 level yaitu 0,3% dan 0.5% . Perlakuan terbaik ditentukan dengan menghitung nilai hasil (NH). Analisa usaha dihitung berdasrkan HPP, BEP dan RCR. Hasil penelitian menunjukan nilai hasil (NH) tertinggi terdapat pada proporsi tepung terigu 50% dan tepung keladi termodifikasi 50% serta penambahan lesitin 0,5% sehingga perlakuan yang dijadikan patokan untuk analisa usaha. Perhitungan analisa usaha dalam pembuatan mie kering yang dibutuhkan dalam 1 tahun yaitu sebesar Rp. 13.190.000, dengan kapasitas produksi selama 1 tahun yaitu sebesar 30.000 bungkus, depresiasinya adalah sebesar Rp. 554.333,33, maka dapat diperoleh HPP sebesar Rp. 2.492,38, Harga jual bersih perhari sebesar Rp. 3.115,48, Dengan menentukan keuntungan sebesar 25%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp.62.310, BEP Unit yang diperoleh yaitu sebesar Rp.12.753,33, BEP Harga yang diperoleh yaitu sebesar Rp 37.685.714,29 dan RCR = 1,25 yang artinya usaha mie kering ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR > 1.

KARAKTERISTIK TEPUNG SORGUM PUTIH (Sorgum bicolor) ASAL NUSA TENGGARA TIMUR YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI ASAM LAKTAT

Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

White sorghum (Sorghum bicolor) is one of the cereal plants found on the island of East Nusa Tenggara (NTT). White sorghum can grow in areas with low rainfall, and is resistant to pests and plant diseases. The disadvantages of white sorghum are the presence of tannin content which can cause a feeling of tightness and the storage process which is still bulky has resulted in very low utilization. Therefore, a treatment process is needed to reduce the content of the tannin and reducing the water content using an easy and efficient process from the energy side by fermentation, and then processing it into flour form. The aim of the study was to obtain the concentration of lactic acid bacteria (BAL) in the fermentation of white sorghum seeds as raw material in making sorghum flour, and to analyze the feasibility of its business. Completely Randomized Design was used in this study with one factor is the concentrations of lactic acid bacteria (6%, 8%, 10%, 12%, and 14%). Each treatment was repeated three times, so that 15 units were obtained. Parameters observed included tannin levels, protein content, fiber content and moisture content. The data obtained were analyzed using ANOVA and BNT for further testing. The results showed the best treatment is the concentration of 8% lactic acid bacteria. The final product has 0.08% tannin content, 8.36% protein content, 3.04% fiber content, and 6.99% moisture content. Sorgum putih (Sorgum bicolor) merupakan salah satu tanaman serealia yang banyak ditemukan di Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT). Sorgum putih mampu tumbuh pada daerah yang curah hujannya rendah, serta tahan terhadap hama dan penyakit tanaman. Kelemahan dari sorgum putih yaitu adanya kandungan kadar tanin yang dapat menyebabkan rasa sepat pada sorgum dan proses penyimpanannya yang masih bulky telah mengakibatkan pemanfaatannya sangat rendah. Oleh karena itu, sangat diperlukan proses pengolahan untuk menurunkan kandungan taninnya, sekaligus untuk menurunkan kandungan air menggunakan proses yang mudah dan efisien dari sisi energi yaitu dengan fermentasi, serta mengolahnya menjadi bentuk tepung. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan konsentrasi bakteri asam laktat (BAL) pada fermentasi biji sorgum putih sebagai bahan baku dalam pembuatan tepung sorgum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu penambahan konsentrasi bakteri asam laktat 6%, 8%, 10%, 12%, dan 14%. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar tanin, kadar protein, kadar serat dan kadar air. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan adanya perlakuan terbaik pada konsentrasi bakteri asam laktat sebesar 8%. Produk yang dihasilkan mempunyai kadar tanin 0,08%, kadar protein 8,36%, kadar serat 3,04%, dan kadar air 6,99%.

PEMBUATAN MINUMAN CELUP BERBASIS JAMUR LINGZHI (Ganoderma Lucidum), DAUN PANDAN (Pandanus Amaryllifolius Roxb), DAN JAHE GAJAH (Zingiber Officinale Roscoe)

Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Making dipping drinks based on lingzhi mushrooms, pandanus leaves and ginger elephants is often used in various traditional lingzhi mushrooms containing active ingredients that can function as ganodermin, ganoderan, ganodermin acid, triterpenoid, adenosine, peptidaglukan, germanium, and polysaccharides. The purpose of this study was to determine the best formulation in making dye drinks using lingzhi mushrooms, pandan leaves and ginger elephants as natural medicine and the feasibility analysis of making dye drinks using lingzhi mushrooms, pandan leaves and elephant ginger as natural medicine. The research method was carried out using a Completely Randomized Design (RAL) of 3 formulations of lingzhi, pandan leaves and elephant ginger formulations. This treatment was repeated 5 times to obtain 15 experimental units. This conclusion shows that the lingzhi mushroom formulation is 85%, 5% pandan leaves, and 10% elephant ginger is the best treatment with a total phenol value of 378.1 mg / L, 4.1% moisture content, 0.76% dissolved solids, total fiber 14.74%. The results of the business feasibility analysis on the treatment are HPP = Rp. 868,047, BEP (price) = Rp 245,417 / year and RCR = 1,15. Pembuatan minuman celup berbasis jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sering digunakan dalam berbagai obat-obatan tradisional jamur lingzhi memiliki kandungan bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai ganodermin, ganoderan, asam ganodermin, triterpenoid, adenosine, peptidaglukan, germanium, dan polisakarida. Tujuan dari penelitian ini menentukan Formulasi terbaik dalam pembuatan minuman celup menggunakan jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebagai obat alami dan Analisa kelayakan usaha pembuatan minuman celup menggunakan jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebagai obat alami. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu formulasi jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebanyak 3 formulasi. Perlakuan ini diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. kesimpulan ini menunjukan bahwa formulasi jamur lingzhi 85%, daun pandan 5%, dan jahe gajah 10% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai total fenol 378,1 mg/L, kadar air 4,1%, padatan terlarut 0,76%, total serat 14,74%. Hasil analisa kelayakan usaha pada perlakuan adalah HPP= Rp. 868,047 , BEP (harga) = Rp 245,417/tahun dan RCR = 1,15.

ANALISIS KELAYAKAN USAHA SELAI LEMBARAN NANAS (Ananas comosus (L) Merr)

Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Business Feasibility Analysis is an analysis of feasibility in an agricultural product-based production unit. This study aims to calculate the feasibility of making pineapple jam (Ananas comosus (L) Merr). The results of the proportion of pineapple jam with tapioca flour and carrageenan in the manufacture of the best pineapple jam are found in the proportion of 70% pineapple jam, 25% tapioca and 5% carrageenan. After getting the best treatment, it will be continued by analyzing the feasibility of the business. Parameters for calculating business feasibility analysis are HPP (Cost of Goods Sold), BEP (Break Event Point), selling price, net profit per day. After conducting a business feasibility analysis of making sheet pineapple jam with tapioca and carrageenan in this study it is worth trying. The calculation of business feasibility analysis in this study is the value of HPP Rp.5,020 / packaging, BEP Rp. 83,316,877, -, the selling price of Rp. 5,773 / package, net profit per day Rp. 52,710 (RCR) of 1.15. Analisis Kelayakan Usaha merupakan analisis kelayakan pada suatu unit produksi yang berbasis hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kelayakan usaha pembuatan selai lembaran nanas (Ananas comosus (L) Merr). Hasil dari proporsi selai nanas dengan tepung tapioka dan karagenan pada pembuatan selai lembaran nanas terbaik terdapat pada proporsi selai nanas 70%, tapioka 25% dan karagenan 5%. Setelah mendapatkan perlakuan terbaik maka akan dilanjutkan dengan menganalisis kelayakan usahanya. Parameter untuk menghitung analisis kelayakan usaha yaitu HPP (Harga Pokok Penjualan), BEP (Break Event Point), harga jual, keuntungan bersih per hari. Setelah melakukan analisis kelayakan usaha terhadap pembuatan selai nanas lembaran dengan tapioka dan karagenan pada penelitian ini layak diusahakan. Perhitungan analisis kelayakan usaha pada penelitian ini yaitu nilai HPP Rp.5.020/kemasan, BEP Rp. 83.316.877,-, harga jual Rp. 5.773/kemasan, keuntungan bersih per hari Rp. 52.710 (RCR) sebesar 1,15.

PENGGUNAAN JENIS ADSORBEN UNTUK PENJERNIHAN MINYAK GORENG BEKAS PENGGORENGAN VAKUM KERIPIK BUAH

Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Used cooking oil is cooking oil that has undergone changes due to physicochemical use repeatedly. This research aims to get type of adsorbent and concentration of adsorbents that may improve the quality of used cooking oil as well as examining the business feasibility of the economic process of the best adsorbent. Adsorbents used namely rice husk, corn cobs, coconut shell and palm shell. The design used in this study is nested design. Concentration each cooking oil adsorbent to treatment is 2%, 4%, 6% and 8% of the 250 ml used cooking oil.Theresearchresultsshowedcorn cobs adsorbent treatmentconcentrationof6%is the best of recovery oil 88%, the number of peroxides 10.53 meq/kg, FFA 1.02%, The test of oil color L 30.47, The intensity of the color a * 5.30, The intensity of color b * 15.37, Test your like 2.20 and the hedonic of color 2.23. Economic business feasibility analysis results BEP of 1,664 Units and BEP price of Rp 26,782.592. Cost of production Rp 9,477.222 and the selling price of Rp 16,100 (1 kg), the NPV of Rp 4,176.727, Net B/C of 1.47 while R/C ratio of 1.70, 15% IRR and Payback Period for 1.13 years. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah mengalami perubahan fisikokimia akibat digunakan secara berulang kali. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis adsorben dan konsentrasi adsorben yang dapat memperbaiki kualitas minyak goreng bekas serta mengkaji kelayakan ekonomi proses penjernihan minyak goreng bekas menggunakan jenis adsorben terbaik. Adsorben yang digunakan yaitu sekam padi, tongkol jagung, tempurung kelapa dan cangkang sawit. Rancangan yang digunakan rancangan tersarang (Nested Design). Konsentrasi masing-masing adsorben untuk menjernihkan minyak goreng bekas yaitu 2%, 4%, 6% dan 8% dari 250 ml minyak goreng bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan adsorben tongkol jagung konsentrasi 6% merupakan yang terbaik menghasilkan rendemen minyak 88%, bilangan peroksida 10,53 meq/kg, FFA 1,02 %, kecerahan warna L 30,47, intensitas warna a* 5,30, intensitas warna b* 15,37, uji kesukaan aroma 2,20 dan uji kesukaan warna 2,23. Hasil analisa kelayakan ekonomi diperoleh BEP sebesar 1,664 Unit dan BEP Harga Rp 26.782,592 . HPP sebesar Rp 9.477,222 dan harga jual sebesar Rp 16.100(1 kg) , NPV Rp 4.176,727, Net B/C sebesar 1,47 sedangkan R/C ratio sebesar 1,70, IRR 15% dan Payback Periode selama 1,13 tahun.