himmawan, Didik
Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

THE ROLE OF HADIS AS RELIGION DOCTRINE RESOURCE,EVIDENCE PROOF OF HADIS AND HADIS FUNCTION TO ALQURAN (PERAN HADITS SEBAGAI SUMBER AJARAN AGAMA, DALIL-DALIL KEHUJJAHAN HADITS DAN FUNGSI HADITS TERHADAP ALQURAN) Ali, Muhamad; himmawan, Didik
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2019): Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.791 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.2619211

Abstract

This article aims to explore the essence of the hadits as a source of religious doctrine, the hadis arguments  and the function of the hadith to Alquran. Hadits has the ultimate priority as a source of Islamic law. Besides, the hadits is way of life for moeslim society. Islam knows two primary sources in legislation. First, the Qur'an and the second al-Hadits. There are significant differences in the inventory system of these sources. Al-Qur‘an has since been revealed to have officially booked the order, so that it is preserved from the possibility of forgery. different from  the hadits, there is no standardized special treatment to him, so that his maintenance is more of a spontaneity and initiative of the friends. The main function of the hadith against the Koran is as an explanation in detail and thoroughly against the various verses of Allah.  Artikel ini bertujuan untuk menelusuri  esensi hadis sebagai sumber ajaran agama, dalil-dalil kehujjahan hadis dan fungsi hadis terhadap Alquran. Hadis memiliki keduduamkan yang paling  utama sebagai sumber hukum islam.  Disamping itu hadis juga sebagai pedoman hidup umat islam. Islam mengenal dua sumber primer dalam perundang-undangan. Pertama, Alquran dan kedua  al-Hadis. Terdapat perbedaan yang signifikan pada sistem inventarisasi sumber tersebut. Alquran sejak awal diturunkan sudah ada perintah pembukuannya secara resmi, sehingga terpelihara dari kemungkinan pemalsuan. Berbeda dengan hadits, tak ada perlakuan khusus yang baku padanya, sehingga pemeliharaannya lebih merupakan spontanitas dan inisiatif para sahabat. Fungsi utaama hadis terhadap Alquran adalah seba gai penjelas secara rinci dan menyeluruh terhadap berbaga ayat-ayat Allah.