Muhamad, Iswantir
IAIN Bukittinggi

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN (KLASIK DAN MODERN) DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Muhamad, Iswantir
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.516 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i2.416

Abstract

The philosophy of Islamic education is an attempt to search for concepts that direct human beings among the various symptoms of various educational processes in a holistic and comprehensive design based on Islamic principles. The source and values of education in the view of Islamic education philosophy is derived from Allah SWT, so that all sources and values developed in the school of classical and modern education are very much different from the development of Islamic education philosophy. The development of human aspects in the view of the schools of philosophy classical and modern education only touches on certain aspects, whereas in the view of Islamic education philosophy should refer to all aspects of human nature in Islam Filsafat pendidikan Islam adalah usaha untuk mencari konsep-konsep yang mengarahkan manusia diantara berbagai gejala yang bermacam-macam proses pendidikan dalam rancangan yang berpadu dan menyeluruh berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Sumber dan nilai-nilai pendidikan dalam pandangan filsafat pendidikan Islam adalah berasal dari Allah Swt, sehingga semua sumber dan nilai yang dikembangkan dalam aliran pendidikan klasik dan modern sangat jauh berbeda dengan pengembangan filsafat pendidikan Islam.Pengembangan aspek-aspek kemanusiaan dalam pandangan aliran-aliran filsafat pendidikan klasik dan modern hanya menyentuh beberapa aspek tertentu, sedangkan dalam pandangan filsafat pendidikan Islam harus mengacu ke semua aspek hakikat manusia dalam Islam.
THE EXISTENCE OF URGENCY AND RELIGIOUS CULTURE IN ACHIEVING THE OBJECTIVE OF EDUCATION IN SCHOOLS Muhamad, Iswantir
ISLAM TRANSFORMATIF : Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : IAIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.864 KB) | DOI: 10.30983/it.v1i1.330

Abstract

Culture is the result of creativity, taste, and works created by society, which are complex and derived from knowledge, belief, art, morals, law, custom, including the skills and habits that runs on society. Human beings is a social creature whose role is not only become the producers of systems thinking, values, morals, norms, and conviction but also social interaction with another human beings and the nature of life. Humans are governed by systems of thinking, values, morals, norms, and beliefs that have been generated in the community. Education is a planned effort to develop the potency of learners, so that they have a system of thinking, values, morals, and beliefs that inherited by their community and develop the appropriate life guideance for present and the future. In the process of cultural education and the character of the nation; active participant or learners that develop their potency, the internalization process, and appreciation of values into their personalities in the mix in society,help develop the community life become more prosperous , and develop the nation's dignity. The existence and urgency of creating a culture and a religiousity in school actually is a process of the familiarization or habituation of values of Islamic education in schools, so as to improve and strengthen the educational goals. Budaya adalah hasil cipta, rasa, dan karya yang dibuat oleh masyarakat yang bersifat kompleks bersumber dari pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat-istiadat, serta kemampuan-kemampuan dan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan pada masyarakat. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan; akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan, manusia diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan yang telah dihasilkannya. Religiusitas lebih melihat aspek yang “di dalam lubuk hati nurani” pribadi, sikap personal yang sedikit banyak misteri bagi orang lain, karena menapaskan intimitas jiwa, cita rasa yang mencakup totalitas ke dalam si pribadi manusia. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan nilai- nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. Eksistensi dan urgensi penciptaan budaya religius di sekolah sesungguhnya adalah pembudayaan atau pembiasaan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam kehidupan di sekolah, sehingga dapat meningkatkan dan menguatkan tujuan pendidikan.