Argubi, Adi Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Terorisme di Bima : Kajian Perubahan Perilaku Individu Biasa Menjadi Teroris Adilansyah, Adilansyah; Annisya, Aini; Argubi, Adi Hidayat
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.47 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul Terorisme Di Bima : Kajian Perubahan Perilaku Individu Biasa Menjadi Teroris ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk berupa informasi bagaimana perubahan perilaku individu biasa menjadi terorisme di Kota Bima sebagai dasar kebijakan penanganan teroris di Kota Bima. Tujuan penelitian yaitu 1). Ingin mengetahui bagaimana informasi mengenai terorisme dan  radikalisme di Bima ; 2). Ingin mengkaji bagaimana perubahan perilaku individu biasa menjadi teroris dan radikal di Bima.  Hasil penelitian diharapkan menjadi input bagi penanganan terorisme serta dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan. penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari kuesioner, wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Sumber data primer dan sekunder juga diperoleh dari beberapa pihak terkait seperti data yang dimiliki oleh BNPT NTB terkait aktivitas terorisme di Kota Bima, Kepolisian, Bakesbanglinmas, Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan serta masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Focus Group Discussion (FGD), juga menggunakan metode Rapid Rural Apprasial (RRA),  Indept Interview, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data Analisis menggunakan perpaduan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa proses menjadi teroris dimulai pada tahapan perubahan perilaku. Pada tahapan kedua mulai muncul semangat untuk mencari musuh dan melawan pihak (kambing hitam) yang dianggap melakukan ketidakadilan terhadap kelompok sendiri. Tahapan ketiga terjadi proses pengolahan ideologi untuk melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang telah membuat ketidakadilan terhadap kelompok. Tahap keempat yaitu aktifitas yang dilakukan dalam bentuk melihat dunia sebagai hal yang hitam dan putih. Tahap kelima terjadi proses polarisasi kelompok kawan dan lawan. Dan pada tahap terakhir seseorang mulai terlibat dalam aksi terorisme karena doktrin yang ditanamkan kelompok begitu sudah masuk dan susah untuk diluruskan kembali. Pada tahapan pemikiran yang seperti ini anggota kelompok mudah sekali untuk tunduk pada kata-kata guru dan pemimpin mereka bahkan untuk melakukan hal dalam bentuk teror sekalipun
Revitalisasi Kearifan Lokal Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Pelajar Kota Bima Junaidin, Junaidin; Santoso, Hadi; Argubi, Adi Hidayat
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.477 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul “Revitalisasi Kearifan Lokal Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Pelajar Kota Bima” ini memiliki tujuan, yaitu mengetahui bentuk revitalisasi kearifan lokal dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Kota Bima serta mengkaji langkah strategis implementasi revitalisasi kearifan lokal dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Kota Bima. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Bima dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi partisipatif, wawancara tak terstruktur dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi) dengan pendekatan menggunakan analisis FGD, RRA,  PRA dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan oleh SMK Negeri 1 Kota Bima dan SMP Negeri 13 Kota Bima dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, yaitu pertama ”mbolo weki” dan ”mbolo rasa” dan kedua majelis taqlim. Revitalisasi nilai kearifan lokal inilah yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak terutama pihak sekolah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Pihak sekolah dapat berperan sebagai fasilitator untuk menghubungkan diri dengan orang tua siswa dan masyarakat untuk bersama-sama menjadikan narkoba sebagai musuh bersama. Selain itu, peran sekolah dalam hal ini adalah dengan mendesain kurikulum yang dapat menfasilitasi siswa agar terlibat aktif dalam kegiatan majelis taqlim yang ada di lingkungan masyarakatnya. Kurikulum yang didesain dapat didesain integral dan terpadu sehingga dapat berjalan selaras antara kurikulum sekolah dengan majelis taqlim yang ada di lingkungan masyarakat menjadi satu kesatuan utuh kegiatan pembelajaran yang harus diikuti oleh siswa.
Potensi Pengembangan Wisata Berbasis Syariah (Halal Tourism) Di Kota Bima Santoso, Hadi; Argubi, Adi Hidayat
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.018 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul “Potensi Pengembangan Wisata Berbasis Syariah (Halal Tourism) Di Kota Bima” ini memiliki tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik spesifik yang dimiliki Kota Bima dalam mendukung pengembangan wisata berbasis syariah (halal tourism) di Kota Bima yang didukung dengan potensi kearifan lokal Bima, mengkaji permasalahan yang dihadapi Kota Bima dalam pengembangan wisata berbasis syariah (halal tourism), serta menganalisis potensi pengembangan wisata berbasis syariah (halal tourism) di Kota Bima yang didukung dengan potensi kearifan lokal Bima. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Bima dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi partisipatif, wawancara tak terstruktur dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi) dengan pendekatan menggunakan analisis FGD, RRA,  PRA dan analisis SWOT pemetaan pengembangan wisata berbasis syariah (halal tourism) di Kota Bima. Hasil penilaian wisatawan terhadap potensi objek wisata syariah di Kota Bima sebagaian besar menyatakan bahwa Kota Bima memiliki potensi dan kesiapan untuk mnjadi destinasi wisata syariah dengan berbagai potensi yang dimiliki, seperti objek wisata alam, wisata budaya, sarana dan prasarana pariwisata, serta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat lokal Kota Bima. Kota Bima memiliki beragam potensi untuk menjadi salah satu destinasi wisata syariah yang strategis karena sejarah ke islaman yang sangat kuat, dan adat istiadat berpegang teguh dengan islam, serta atraksi wisata alam, budaya, religi serta minatkhusus. Kota Bima sudah memiliki kelengkapan untuk menunjang pengembangan wisata berbasis syariah seperti hotel syariah, bank syariah, pegadaian syariah serta didukung oleh kultur budaya khas muslim dan penerimaan masyarakat
Pengembangan Pariwisata Berbasis Ecotourism Di Taman Nasional Gunung Tambora Argubi, Adi Hidayat; Hendra, Hendra
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.229 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul Pengembangan Pariwisata Berbasis Ecotourism di Taman Nasional Gunung Tambora ini diharapkan dapat menghasilkan informasi potensi pengembangan pariwisata berbasis ecotourism, upaya pengembangan serta daya dukung dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis ecotourism  di Taman Nasional Gunung Tambora. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Dalam penelitian ini populasinya adalah masyarakat Desa Tambora Kabupaten Dompu dan Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima yang berada dekat dengan Taman Nasional Gunung Tambora serta wisatawan berkunjung ke Taman Nasional. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional random sampling sebanyak 10% dari jumlah populasi berdasarkan mata pencaharian sebanyak 986 orang, yaitu 98 responden. Total sampel sebanyak 100 orang responden. Sedangkan jumlah sampel wisatawan diambil dengan quota sampling sebanyak 60 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan metode observasi, wawancara berstruktur, studi kepustakaan dan kuesioner. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan statistik serta analisis SWOT. Adapun bagaimana persepsi masyarakat terhadap pengembangan Taman Nasional sebagai objek wisata alam mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Hampir sebgaian besar masyarakat mengatakan setuju dan sangat setuju terhadap upaya pengembangan taman nasional Tambora berbasis ecotourism. Demikian juga hasil survey yang diperoleh dalam penelitian tentang persepsi – persepsi wisatawan yang berkunjung ke objek Taman Nasional Tambora, diperoleh hasil positif, di mana mayoritas wisatawan mengatakan setuju dan sangat setuju terhadap isu pengembangan Taman Nasional sebagai objek wisata alam unggulan yang berbasis ecotourism. Taman Nasional Tambora sangat cocok untuk kegiatan wisata alam dan agro dengan pendekatan Ecotourism. Pengembangan dengan pendekatan ecotorism adalah tipe pengembangan pariwisata yang berbasis pada lingkungan