Arif, Masykur
Institut Ilmu Keislaman Annuqayah

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Islam dan Persaudaraan Antaragama: Dari Kesadaran Individu Menuju Kesadaran Sosial Arif, Masykur
'Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Keislaman Vol 8 No 2 (2015): Desember
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Annuqayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.163 KB)

Abstract

Islam is a religion that brings blessing and prosperity for all the rest of world (rahmatan lil alamin). The moral message of peace and brotherhood is included into a sacred text Al-Quran and embedded into the long history of this religion. The idea of brotherhood is also central for peace building, even among religious believers. The history of religion has showed that every religion reflects double masks of human: peaceful and anger, god and evil. However, such double identity was born from single transcendental vision: getting blessed by God. This study attempts to explore this double mask of religion because of the multi-interpreted sacred texts of any religion in the world. Given the essence of religion for peace of all the rest of world, the believers have to be aware of understanding religion in terms of its humanity, not animality. The implication of this study is to figure out that an attempt of getting Islam back to its vital essence of peace-builder is not being easy, but must be started as Mohammad’s moral message of the importance of peace and brotherhood.
Sejarah Tasawuf dengan Pendekatan Arkeologi Arif, Masykur
'Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Keislaman Vol 9 No 2 (2016): Tasawuf Nusantara
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Annuqayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.218 KB)

Abstract

Tasawuf, sebagai ilmu, tidaklah lahir dengan mulus dan berkembang dengan pesat tanpa pertentangan di sana-sini. Kelahirannya, sebagaimana ilmu yang lain, diikuti dengan penolakan, mulai dari yang bernada biasa sampai yang cukup keras (diharamkan untuk dipelajari sebagai bagian dari ilmu keislaman, seperti ilmu-ilmu keislaman yang lain, karena dianggap sesat dan bid’ah). Namun, penolakan atau pertentangan ini tidak sepenuhnya harus dianggap membahayakan bagi keberlangsungan tasawuf. Sebab, dalam Filsafat Ilmu, penolakan itu dapat disebut sebagai proses falsifikasi. Jika suatu ilmu mampu bertahan di tengah terjangan falsifikasi, maka ilmu tersebut akan semakin mapan atau sempurna. Demikianlah yang dialami tasawuf. Buku yang ditulis doktor di bidang filsafat Islam dan tasawuf ini, mengetengahkan sejarah pemikiran tasawuf, mulai dari awal kelahirannya, perkembangannya, dan pertentangan yang menyertainya. Melalui metode arkeologi, dalam arti menggali kembali ide-ide atau pemikiran tasawuf yang terdapat pada tokoh-tokoh penting tasawuf, dan dibalut dengan pendekatan historis, penulis menjelaskan dengan renyah dan lincah pemikiran tasawuf dari awal lahirnya, ketersambungan idenya dari satu tokoh ke tokoh lain, dari tanah kelahirannya di Timur Tengah sampai menjejakkan kaki di Nusantara.