Nekada, Cornelia Dede Yoshima
Universitas Respati Yogyakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Managemen Bencana Gempa Bumi terhadap Kesiapsiagaan Siswa dalam Menghadapi Gempa Bumi Romdhonah, Dian Lusiana; Sucipto, Adi; Nekada, Cornelia Dede Yoshima
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.921 KB) | DOI: 10.90876/ilkes.v10i1.106

Abstract

Earthquakes are energy release events caused by movement in parts sudden earth's bowels that create seismic waves and cause natural symptoms. the cause of the large number of victims due to the earthquake is lack of public knowledge about disaster management and preparedness in the face of disasters. Based on preliminary studies conducted by researchers with interviews, it was found that there were still many students who panicked when the earthquake occurred, students also did not know how to deal with a good earthquake other than that, no one had ever given an extension. This study aims was to determine the effect of providing earthquake disaster management education on student preparedness in the face of earthquakes. Method was used quasi experiment with a pre-post test control group design. The sample size was 36 respondents divided into 2 groups. The sampling technique uses stratified random sampling. The instrument used was a questionnaire. Preparedness pretest in the control group was well prepared most of which 9 students (50%) and post-test mostly very ready for a total of 12 students (66.7%), whereas the intervention group pretest mostly prepared a total of 11 students (61.1 %) and posttest most of thewere very prepared for 13 students (72.2%). It was conclude that it is an influence of the level of preparedness pre and post test in the control group and the intervention group. There was no difference in the level ofpreparedness post test in the two group.
Riwayat Penyakit Cerebrovaskuler Terhadap Ankle Brachial Indeks Pada Pasien Hemodialisis Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare; Nekada, Cornelia Dede Yoshima; Wahyuningsih, Melania
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.348 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.262

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan alasan tersering tindakan hemodialisis. Ginjal pada pasien ini sudah tidak dapat bekerja secara normal. Nefron pada pasien gagal ginjal kronis telah kehilangan fungsi filtrasinya minimal 70% di bawah normal. Penyebab gagal ginjal sendiri dapat berasal dari berbagai gangguan seperti penyakit hipertensi, penyakit metabolik seperti diabetes mellitus, maupun penyakit generative yang terjadi pada system regulasi tubuh yaitu gangguan cerebrovaskuler. Gangguan cerebrovaskuler mungkin tidak menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis, namun cerebrovaskuler memiliki peran utama dalam regulasi untuk menjaga homeostatis tubuh. Peran regulasi tersebut salah satunya dapat dilihat dari situasi peredaran darah manusia melalui pengukuran nilai ankle brachial indeks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat riwayat penyakit cerebrovaskuler terhadap nilai ankle brachial indeks. Jumlah sample pada penelitian ini adalah 135 pasien hemodialisis, dengan memperhatikan kriteria pengambilan sampel. Analisa data pada penelitian ini menggunakan chi square, dengan nilai p adalah 0,000. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat penyakit cerebrovaskuler terhadap ankle brachial indeks.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG DO NOT RESUSCITATION (DNR) DENGAN SIKAP MERAWAT PASIEN DI ICU RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Amestiasih, Tia; Nekada, Cornelia Dede Yoshima
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.22 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v4i2.109

Abstract

Do Not Resuscitation (DNR) merupakan suatu keputusan yang ditujukan pada pasien untuk dilakukan penghentian alat bantu hidup, penghindaran Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR), serta hanya mempertahankan kenyamanan. DNR masih menjadi dilema etik karena beberapa perawat merasakan simpati kepada pasien. RSUD Panembahan Senopati Bantul merupakan salah satu RS yang memiliki SOP DNR dan relatif baru diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang DNR dengan sikap perawat dalam merawat pasien DNR di Ruang ICU RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional, responden pada peneltian ini berjumlah 20 orang yang merupakan seluruh perawat ICU, analisa data pada penelitian ini menggunakan uji somer’s. Data peneltian ini diambil pada tanggal 10-20 Oktober 2016. Berdasarkan hasil uji somer’s didapatkan hasil P value 0,679 (>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahuan tentang DNR dengan sikap perawat dalam merawat pasien DNR di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Pengaruh Terapi Napas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso Irfan, Irfan; Nekada, Cornelia Dede Yoshima
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.469 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i2.182

Abstract

Penyakit degeneratif menjadi masalah besar pada lansia. Salah satu penyakit degeneratif adalah hipertensi. Hipertensi  dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ vital seperti jantung, otak dan ginjal. Terapi napas dalam merupakan intervensi keperawatan yang dapat memperlama siklus pertukaran gas di paru-paru, meningkatkan kadar oksigen dalam darah, mempertahankan saraf simpatis dalam keadaan homeostasis, meningkatkan kerja dari baroreseptor yang akan memberikan impuls aferen menuju pusat jantung yang akan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis selanjutnya akan merangsang pelepasan hormon asetilkolin yang dapat menurunkan denyut jantung serta membuat tubuh menjadi rileks sehingga memungkinkan untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh dari terapi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen pre post test with own group control design. Teknik sampel menggunakan consecutive sampling dengan 45 orang responden. Pada sejumlah responden tersebut dilakukan dua kali pengamatan yaitu sebagai data kontrol dan sebagai data intervensi, keduanya dilakukan selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso (p-value 0.000 (sistol), 0.016 (diastol); CI 95%). Kesimpulan penelitian menunjukan terapi napas dalam memiliki pengaruh dalam penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.