Filliani, Retty
Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Perilaku Cyberbullying Siswa di SMK Negeri 30 Jakarta

INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.543 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku cyberbullying siswa di SMK Negeri 30 Jakarta. Perilaku cyberbullying digambarkan pada 8 indikator, yaitu : flaming (berdebat), harassment (gangguan), impersonation (perbuatan meniru), denigration (mencemarkan nama orang lain), outing (menyebarkan informasi orang lain), trickery (tipu muslihat), exclusion (mengucilkan orang lain) dan cybertalking (menyebarkan fitnah). Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dari jumlah seluruh siswa SMK N 30 Jakarta hanya mengambil kelas Jurusan Boga yang memiliki akun jejaring sosial facebook. waktu penelitian dilakukan pada tanggal 20 Juli 2011 s/d 15 Mei 2012 sebanyak 52 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner angket tertutup dengan menggunakan skala likert dengan pilihan jawaban 4 (selalu/SL), 3 (sering/SR), 2 (jarang/JR) dan 1 (tidak pernah/TP). Analisis uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment. Hasil uji validitas 72 butir pernyataan menghasilkan 54 butir valid dan 18 butir drop (tidak valid) dengan kriteria r tabel yang digunakan 0,361. Uji reliabilitas dengan rumus alpha cronbach didapatkan hasil 0,971 yang berarti bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi dan dapat layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil keseluruhan menggambarkan persentase 80,8% siswa menggambarkan perilaku cyberbullying pada kategori sedang. Jadi secara tidak langsung siswa SMK N 30 Jakarta pernah mengalami dan atau melakukan kegiatan cyberbullying di sekolah.

PROFIL RESILIENSI MANTAN PECANDU NARKOBA (Studi Kasus di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba, BNN, Lido)

INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.478 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil resiliensi mantan pecandu narkoba, meliputi tujuh aspek di dalamnya, yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri, dan reaching out. Metode yang digunakan adalah studi kasus dalam pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Rehabilitasi Narkoba Badan Narkotika Nasional dengan subjek penelitian sebanyak dua orang, yaitu WS, berusia 32 tahun; dan MM, berusia 31 tahun. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil studi pendahuluan untuk mengetahui kesesuaian dengan karakteristik penelitian dan kesedian subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, pengisian intrumen Resilience Quotient Test (RQ Test) yang dikembangkan oleh Karen Reivich dan Andrew Shatte dan telah diadaptasi, serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap mantan pecandu yang dapat mempertahankan kebebasannya dari penyalahgunaan narkoba memiliki kemampuan resiliensi yang baik. Subjek merasa ada banyak pengetahuan, hikmah, dan keterampilan yang akhirnya mereka pelajari karena kejatuhannya ke dalam dunia narkoba. Kedua subjek penelitian merasa bersyukur atas kemampuan resiliensi yang dimiliki, sehingga sampai saat ini masih dapat mempertahankan kesembuhannya dari ketergantungan terhadap narkoba. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan resiliensi tersebut dibentuk oleh beberapa faktor, yakni dukungan dari luar diri, kekuatan yang berasal dari dalam diri, dan kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain. Kata kunci: resiliensi, mantan pecandu narkoba, pecandu narkoba

PENGARUH TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN ASERTIVITAS TERHADAP PERILAKU SEKSUAL DALAM BERPACARAN PADA SISWI KELAS VIII (Studi Kuasi Eksperimen di SMP Diponegoro 1 Jakarta)

INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.043 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengaruh teknik assertive training dalam meningkatkan asertivitas terhadap perilaku seksual dalam berpacaran pada siswi kelas VIII di SMP Diponegoro 1 Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Sampel penelitian sebanyak 16 siswi, dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling dengan kriteria siswi yang sedang menjalin hubungan berpacaran. Sampel terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang berjumlah 8 siswi dan kelompok kontrol yang berjumlah 8 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Bedell & Lennox (1997). Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U test. Hasil pengujian hipotesis dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows diperoleh nilai asymp. Sig = 0.001, hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai Asym. Sig = 0,001 < nilai signifikansi α = 0,05. Oleh sebab itu, diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan asertivitas terhadap perilaku seksual dalam berpacaran pada siswi yang mendapatkan layanan dengan teknik assertive training lebih tinggi dibandingkan siswi yang tidak mendapatkan layanan dengan teknik assertive training.

PENGEMBANGAN BUKU TEKS BIDANG BIMBINGAN SOSIAL BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENGATASI MASALAH KONFLIK INTERPERSONAL

INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.357 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk pembelajaran berbentuk buku teks yang dapat digunakan sebagai penunjang guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan bimbingan kepada siswa dalam menangani konflik interpersonal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) /R&D yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Pengembangan buku teks dapat dijadikan sebagai pedoman guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan layanan bidang bimbingan sosial baik secara klasikal maupun kelompok terhadap masalah konflik interpersonal. Buku teks dibuat karena metode yang digunakan guru Bimbingan dan Konseling dalam penanganan konflik siswa, masih dilakukan secara otodidak, berdasarkan pengalaman, membaca dari berbagai sumber media, karena belum memiliki buku panduan secara khusus. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah penelitian pengembangan produk, untuk menghasilkan media pembelajaran bagi guru Bimbingan dan Konseling, sebagai upaya meningkatkan keterampilan siswa dalam mengatasi konflik interpersonal bagi siswa SMP.

Pengaruh Metode The Six Thinking Hats Dalam Bimbingan Klasikal Untuk Meningkatkan Emotional Literacy

INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.493 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode the six thinking hats dalam bimbingan klasikal untuk meningkatkan emotional literacy peserta didik kelas VII di SMP Dharma Putra Nusantara 86 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pretestposttest control group design. Sampel penelitian ini populasinya berjumlah 60 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan melalui aspek-aspek emotional literacy yang dikemukakan Claude Steiner tahun 2003. Teknik analisis data untuk memperoleh gambaran emotional literacy menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan teknik analisis data untuk uji hipotesis membandingkan kedua rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan kedua rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata-rata kelompok eksperimen meningkat sebesar 11% setelah dilakukan eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol meningkat 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan emotional literacy peserta didik yang mendapatkan bimbingan klasikal menggunakan metode the six thinking hats lebih tinggi dibandingkan peserta didik yang mendapatkan bimbingan klasikal menggunakan metode ceramah. Oleh sebab itu, peserta didik serta guru bimbingan dan konseling dapat memanfaatkan metode the six thinking hats yang digunakan dalam penelitian ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan emotional literacy peserta didik.