Pakpahan, Evie Lamtiur
Yayasan Lingkar Studi Bedah Plastik

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Multidisciplinary Approach in Treating Undiagnosed Severe Temporo Mandibular Joint Ankylosis : A Case Report Sandhi, Afriyanti; Pakpahan, Evie Lamtiur; Handayani, Siti; Bangun, Kristaninta
Jurnal Plastik Rekonstruksi Vol 1 No 3 (2012): May-June Issue
Publisher : Yayasan Lingkar Studi Bedah Plastik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14228/jpr.v1i3.68

Abstract

Background: Temporo Mandibular Joint (TMJ) ankylosis refers to bone or fibrous adhesion of the anatomic joint component and the ensuing loss of their function. The TMJ forms the very cornerstone of craniofacial integrity and hence its ankylosis in growing children adversely affects the growth and development of the jaws and occlusion. Difficulty in mouth opening and mastication, poor oral hygiene and rampant caries pose a severe physical and psychological burden in the tender minds of children. Patient and Method: Bony ankylosis on the right TMJ in a female patient was not diagnosed until the patient reached her early teens, at which the condition was treated by bony fusion release on the right condyle. We managed the patient for further orthognathic surgery (Le Fort I Ostoeotomy and Bilateral Sagittal Split Osteotomy) to correct the skeletal deformity. Result: In collaboration with the Orthodontist for pre-surgery and post-surgery orthodontic treatment, and Physiotherapist for mouth opening and masticatory muscles exercises, a good functional and aesthetic result was achieved. Summary: Multidisciplinary approach in treating severe TMJ ankylosis is mandatory to achieve the optimum results. Awareness among all plastic surgeon and dentist involved in the treatment of craniofacial pathologies in children must be build to allow early diagnosis and treatment.
PENGARUH LEMON TERHADAP PELEPASAN ION NIKEL DAN KROMIUM BRAKET ORTODONTI STAINLESS STELL Pakpahan, Evie Lamtiur
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.264 KB) | DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.610

Abstract

Latar belakang : lemon merupakan salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya, namun masyarakat tidak menyadari bahwa konsumsi berlebih dapat mempengaruhi lingkungan rongga mulut. Kandungan pH yang asam pada lemon dapat mempengaruhi pH saliva pada pasien dengan perawatan ortodonti cekat. pH saliva yang asam diketahui merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya pelepasan ion pada komponen ortodonti cekat.  Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh lemon terhadap korosi dengan adanya pelepasan ion nikel dan kromium pada braket ortodonti stainless steel. Metode penelitian : penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Enam belas sampel braket stainless steel yang direndam dalam saliva buatan dan lemon selama 48 jam dalam inkubator (37 °C). Hasil : hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pelepasan kurung stainless steel ion nikel dan kromium yang direndam dalam saliva buatan dengan yang direndam dalam lemon setelah perendaman selama 48 jam (p> 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan nikel adalah 0,00436 ppm dan kromium adalah 0,0188 ppm. Kesimpulan: pelepasan ion kromium dan nikel pada braket stainless steel yang diuji masih dalam batas aman rerata intake Cr perhari melalui makanan 280µg dan Ni 200-300 µg, sedangkan konsentrasi Ni pada air minum umumnya di bawah 20µg/L dan Cr sekitar 0,43µg/L.Kata Kunci: braket ortodonti, lemon, pelepasan Ion Ni dan Cr, stainless steel