p-Index From 2014 - 2019
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Afriyani, Rahmalia
Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif di BPM Maimunah Palembang

Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk is the best food for an infant. Toddlers are faster affected by the chronic diseases such as cancer, heart disease, hypertension, and diabetes when they grow up. The main causes are less quality of getting the exclusive breastfeeding. The percentage of exclusive breastfeeding in Maimunah’s midwifery lab work was only77,09% in 2016. The purpose of this study was to determine those factors that influenced exclusive breastfeeding in Maimunah’s midwifery lab work Palembang. This study was about a quantitative one with a cross-sectional approach and carried on 2nd-15th of August 2016. There were 94 qualified respondents and the data collection was done by using the questionnaire. The data were analyzed by frequency test, chi-square test, and logistic regression. The shown that 62.8% who gave the exclusive breastfeeding, 55,3% didn’t work,  47,9% were in an age of 20-30, 59,6% had high education, and 63,8% had children ≥2. Meanwhile, there was a significant relationship between exclusive breastfeeding with the occupation (p-value=0.000), age (p-value=0.025), education  (p-value=0,020), and parity (p-value=0.022). The result of multivariate analysis shown that influential factors of exclusive breastfeeding were occupational, age and parity. Furthermore, the most influential factor was an occupation with OR = 10.197.  It was suggested to improve the motivation of working mothers to have the exclusive breastfeeding by facilitating them with the corner of breastfeeding in their office.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Wasting pada Balita Usia 1-5 Tahun di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang

Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wasting merupakan masalah gizi kurang akut yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kematian pada balita. Saat ini wasting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia dengan prevalensi 12,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian wasting di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional, sampel adalah ibu/ pengasuh/ keluarga yang memiliki balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang berjumlah 100 orang, didapat dengan teknik accidental sampling. Analisis data univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square, Spearman Rho dan Cochran Mentel Henzel. Hasil penelitian dari 100 orang responden diperoleh angka kejadian wasting sebesar 19% responden memiliki balita yang mengalami wasting, sebagian besar responden memiliki balita dengan asupan nutrisi dalam kategori kurang (51%), tanpa riwayat penyakit infeksi (66%), status imunisasi lengkap (82%) dan mendapat ASI secara eksklusif (75%). Selanjutnya sebagian besar responden berada dalam kategori rumah tangga (65%), dan tingkat pendapatan tinggi (53%). Analisa bivariat menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan nutrisi dengan kejadian wasting (p-value: 0.001). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian wasting berdasarkan status imunisasi (p-value= 0,000) dengan kejadian wasting pada balita di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang Tahun 2015. Dapat disimpulkan bahwa angka kejadian wasting di Puskesmas Talang Betutu masih tinggi. Faktor yang mempengaruhi kejadian wasting adalah asupan nutrisi dan riwayat penyakit infeksi berdasarkan status imunisasi. Saran penelitian ini perlunya dikembangkan model deteksi dini wasting, pemantauan penyakit infeksi dan cakupan status imunisasi.

Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Rumah Sakit BARI Palembang

Jurnal Kesehatan Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The appearance of anemia during the maternity caused the death of mothers indirectly. Based on the data from BARI hospital Palembang in 2015, it was found for about 29 (13 %) of 2218 maternity mothers affected by anemia. The objectives of this study were to discover the influential factors on the appearance of anemia on maternity women in the BARI Hospital Palembang in 2015. The cross-sectional approach was applied in this study. The population of the study was all the maternity women who checked their pregnancy in the BARI hospital in 2015. There were 236 respondents taken by using simple random sampling. Data were analyzed by using frequency analysis, chi-square analysis, and logistic regression analysis. The result of study showed that 31 (13.1%) respondents got anemia during their pregnancy, there was the correlation between the age (p-value=0.032)  and parity of maternity women (p-value=0.005) on anemia, and there was no correlation between the education and occupation of maternity women who affected by anemia. The regression logistic test showed that age and parity influenced the affection of anemia on maternity women and the most influential factor was the parity with OR = 4.012. Suggested to health officer will improve the counseling for maternity women about the importance of family planning after childbirth and control the number of children, so anemia cases in pregnancy will be decreased.

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 0-6 Bulan di BPM Nurtila Palembang

Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO dan UNICEFmerekomendasikan standar emas pemberian makan pada bayi  yaitu  menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan didahului dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir, mulai umur 6 bulan berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan di BPM Nurtila Palembang tahun 2016.Desain penelitian kuantitatif bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia >6 bulan yang datang ke BPM Nurtila Palembang pada tanggal 17 Mei-11 Juni 2016, pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan ibu (p-value=0,034 dan OR=8,000), pendapatan keluarga (p-value=0,018 dan OR=13,750), dukungan keluarga (p-value=0,003; OR=3,500) dan tradisi (p-value=0,004 dan OR=16,000) dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan di BPM Nurtila Palembang tahun 2016. 

Pengaruh Konseling Kontrasepsi Hormonal terhadap Tingkat Pengetahuan Akseptor Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Wilayah Kerja Bidan Praktik Mandiri Lismarini Palembang

Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kurangnya akseptor keluarga berencana pasca persalinan dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang keluarga berencana. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh konseling kontrasepsi hormonal terhadap tingkat pengetahuan akseptor keluarga berencana pasca persalinan di wilayah kerja bidan praktik mandiri lismarini palembang. Penelitian ini menggunakan metode Pre eksperiment dengan bentuk desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-postest design Pengambilan sampel menggunakan sampel minimal dengan jumlah 17 responden diambil dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata pengetahuan akseptor keluarga berencana pasca persalinan sebelum diberikan konseling lamanya adalah 6,12 sedangkan nilai rata-rata rata pengetahuan akseptor keluarga berencana pasca persalinan setelah diberikan konseling adalah 10,50 dengan perbedaan nilai rata-rata 4,471. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji T-dependen didapatkan nilai p value = 0.000 berarti nilai p < α (0.05), artinya ada pengaruh konseling kontrasepsi hormonal terhadap tingkat pengetahuan akseptor keluarga berencana pasca persalinan. 

Pengaruh Kompres Hangat terhadap Penurunan Derajat Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMA Karya Ibu Palembang

Jurnal Kesehatan Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Painful menstruation or dysmenorrhea was most problem and also be a reason for the decreasing activity of women during menstruation, for example, absent from school. Solving this problem by nonpharmacologic, it is needed to be developed, for example with a warm compress. The aimed of the study was to know the effect of a warm compress to decrease the degree of menstrual pain in teenage girls at senior high school Karya Ibu Palembang 2016. The type of this study was pre-experimental design One group pre and post-test. Samples were obtained based on the inclusion criteria were 18 with accidental sampling technique. The results showed that the average score of the degree of menstrual pain before warm compresses was 2 with a minimum-maximum of 1-3 and after a warm compress was 1 with a minimum-maximum of 1-2. Statistical test result p-value indicates that there was a significant correlation between the degree of warm compresses to decrease menstrual pain (p=0.0001). Suggested for schools can collaborate with health officers in providing counseling to cope with menstrual pain.