Tuti, Sri Dias
Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Obat Program Rujuk Balik (PRB) di Fasilitas Pelayanan Obat PRB Wilayah Eks Karesidenan Kediri (Studi pada Ketersediaan Obat Hipertensi) Tuti, Sri Dias; Athiyah, Umi; Utami, Wahyu
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 16 No 1 (2018): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan obat PRB diberikan kepada peserta penderita penyakit kronis yang sudah terkontrol/stabil namun masih memerlukan pengobatan jangka panjang oleh karena itu perlu ada jaminan ketersediaan obat untuk kebutuhan terapinya. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengelolaan obat, pendukung pengelolaan obat, kebijakan, ketersediaan obat PRB, dan menganalisis pengaruh dari pengelolaan obat, pendukung pengelolaan obat, dan kebijakan PRB terhadap ketersediaan obat PRB di fasilitas pelayanan obat PRB wilayah eks Karesidenan Kediri. Studi pada ketersediaan obat Hipertensi karena prevalensi penyakit hipertensi cenderung meningkat dari 7.6% pada tahun 2007 menjadi 9.5% pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan memberikan kuesioner terhadap 18 responden pengelola obat PRB yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diukur kemampuannya dalam mengelola obat PRB, penilaiannya terhadap pendukung pengelolaan obat dan kebijakan PRB. Ketersediaan obat dihitung berdasarkan persentase obat Hipertensi yang dilayankan dan berdasarkan perhitungan stok.  Nilai skor pengelolaan obat, pendukung pengelolaan obat, dan kebijakan PRB diuji pengaruhnya terhadap ketersediaan obat PRB dengan menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan Obat, Penilaian responden terhadap pendukung Pengelolaan Obat dan Kebijakan PRB dikategorikan cukup baik. Ketersediaan Obat PRB untuk penyakit Hipertensi di fasilitas pelayanan obat PRB dengan perhitungan stok menunjukkan kemampuan menyediakan obat PRB rata-rata sebesar 28.71%, sedangkan fasilitas mampu memenuhi semua obat PRB untuk penyakit hipertensi yang diresepkan rata-rata sebesar 72.67%. Jadi fasilitas menyediakan obat pengganti diluar stok obat PRB rata-rata sebesar 43,95%. Upaya yang dilakukan untuk menyediakan obat pengganti tersebut antara lain dengan meminjam obat sejenis dari persediaan regular atau mengadakan obat sejenis dengan harga yang mendekati e-catalogue. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan faktor Pengelolaan Obat, Pendukung Pengelolaan Obat, dan  Kebijakan PRB berpengaruh signifikan terhadap Ketersediaan Obat PRB (p<0.10). Faktor yang memiliki pengaruh terbesar terhadap ketersediaan Obat PRB adalah Pengelolaan Obat PRB (p< 0.10), terutama Pemilihan Obat PRB (p<0.10). Pemilihan obat merupakan tahap awal dari siklus pengelolaan obat, dimana tahap awal adalah tahap yang paling menentukan tahapan selanjutnya. Kerangka Manajemen Farmasi mempengaruhi ketersediaan obat PRB, terutama faktor pengelolaan obat pada tahap pemilihan obat PRB. Pemilihan obat PRB merupakan tahap awal dari siklus pengelolaan obat yang menentukan tahap selanjutnya.