Wintolo, Marhento
P3TKEBTKE

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGHEMATAN ENERGI PENERANGAN JALAN UMUM DKI JAKARTA: SURVEI, POTENSI DAN KEEKONOMIAN al Irsyad, M. Indra; Wintolo, Marhento; Hartono, Hartono
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 2 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.869 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan langkah penghematan energi PJU yang paling layak secara ekonomis dan teknis. Langkah-langkah penghematan yang dilakukan adalah pemasangan kWh meter, penggunaan lampu jalan yang efisien, pemasangan capacitor bank dandimmer, serta penggunaan PJU berbasis energi baru terbarukan. Analisis keekonomian menggunakan metoda discounted payback period (DPB) dan total life cycle cost (TLCC). Menurut perhitungan keekonomian menggunakan metode payback period dengan discount rate 5% maka hanya ada 12 panel PJU yang layak dipasang capacitor bank. Diperoleh juga bahwa pemasangan kWh meter hanya membutuhkan 2 bulan untuk mengembalikan biaya investasi 18 juta rupiah, sedangkan untuk biaya dan DPB untuk penggantian lampu, capacitor bank dan dimmer masing masing adalah 23 juta rupiah (1 bulan), 72 juta rupiah (11 bulan) dan 169 juta rupiah (33 bulan). PJU EBT masih belum direkomendasikan karena biaya pemeliharaan masih lebih mahal daripada penghematan yang didapat.
PROSPEK PEMANFAATAN BIOGAS DARI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAPIOKA Wintolo, Marhento; Isdiyanto, Rochman
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 2 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.364 KB)

Abstract

Teknologi produksi biogas telah dapat diterapkan pada instalasi pengolahan air limbah industri tapioka. Pengolahan air limbah dengan kapasitas 150 m3 mampu menghasilkan biogas sebanyak 485,4 m3 per hari. Dari hasil analisa biogas, diperkirakan setiap 1 m3 limbah dapat menghasilkan 1,88 m3 gas metana. Bila tidak dicegah, gas metana ini akan teremisi bebas dan menambah terjadinya peningkatan konsentrasi di atmosfir yang berakibat pada meningkatnya efek rumah kaca. Gas ini memiliki nilai ekonomi bila digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah untuk keperluan memasak rumah tangga. Gas metana bisa juga dipergunakan sebagai bahanbakar generator yang akan mampu memproduksi sekitar 578 kWh energi listrik.
PERKIRAAN NILAI MEDAN MAGNET DI BAWAH SUTT-150 KV DAN SUTET-500 KV DENGAN METODE PERHITUNGAN MASIH AMAN Wintolo, Marhento
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 1 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.63 KB)

Abstract

Medan magnet dan listrik terjadi ketika ada arus listrik mengalir melalui transmisi jaringan listrik. Medan magnit dianggap lebih berbahaya daripada medan listrik. Oleh karenanya perlu dihitung besaran medan magnit yang terjadi. Dasar perencanaan awal nilai medan magnetditentukan dengan cara perhitungan. Intensitas medan magnet mengalami penurunan secara linier terhadap jarak dari konduktor transmisi. Di daerah yang elevasi muka tanah mendekati sumber arus, tentu intensitas medan magnet membesar. Berdasarkan hal ini diperlukan adanya penelitian untuk beberapa daerah yang elevasi muka tanahnya mendekati sumber secara pengukuran langsung di lapangan. Dari hasil pengukuran langsung pada SUTT-150 kV diperoleh hasil bahwa terdapat1,8% yang melebihi hasil perhitungan/perencanaan, dari 166 titik hasil pengukuran langsung. Ini masih kurang dari 5% kesalahan yang diperbolehkan. Sementara pada SUTET-500 kV dilakukan pada 2 lokasi di Semarang menunjukkan bahwa terdapat 20% dari hasil pengukuran di atas perhitungan perencanaan.