p-Index From 2014 - 2019
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Prosiding Semnastek
Prasetyo, Agus Budi
Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS XRD DAN SEM TERHADAP HASIL KALSINASI PADA BIJIH NIKEL LATERIT JENIS SAPROLIT Prasetyo, Agus Budi; Setiawan, Iwan; Meyta, Meyta
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.748 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi karakteristik terhadap hasil kalsinasi pada bijih nikel laterit jenis saprolit. Pada tahap preparasi, dilakukan proses pengeringan, penggerusan, dan pengayakan. Bijih yang berbentuk bongkahan dilakukan proses pengeringan (drying). Sampel dimasukkan kedalam oven dengan suhu 100°C selama 7 jam. Bijih saprolit selanjutnya digerus dengan menggunakan diskmill untuk mendapatkan ukuran 100 mesh. Tahap berikutnya yaitu pemanasan atau kalsinasi, sampel saprolit dikalsinasi di dalam muffle furnace selama 1 jam, variasi temperatur 600 ºC, 800 ºC, dan 1000 ºC. Sampel awal (saprolit raw) dan sampel akhir (saprolit kalsinasi 600,800,dan1000 ºC) dikarakterisasi kristalinitas dan fasa yang terbentuk dengan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk morfologi dan komposisi mineral serta mengetahui letak persebarannya. Dengan analisis XRD pada temperatur 600°C, senyawa yang terlihat pada difraktogram adalah SiO2, fosterit (Mg2SiO4), dan Mg3[Si2-xO5](OH)4-4x, temperatur 800°C menunjukkan adanya senyawa SiO2 dan fosterit (Mg2SiO4), temperatur 1000°C menunjukkan adanya SiO2, fosterit (Mg2SiO4), dan Fe2O3. Untuk analisis SEM dapat dilihat bahwa sampel hasil kalsinasi terlihat semakin tinggi temperature maka penampakan permukaan morfologi hasil SEM akan terbentuk rongga-rongga yang semakin besar.Kata Kunci :Nikel laterit, saprolit, kalsinasi, XRD, SEM
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN EMAS PROSES HEAP LEACHING Sulistiyono, Eko; Prasetyo, Agus Budi; Suharyanto, Ariyo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.882 KB)

Abstract

Kabupaten Sukabumi memiliki potensi mineral emas yang tersebar dalam jumlah yang kecil sehingga tidak dapat ditambang dalam skala penambangan yang besar. Oleh karena itu banyak usaha pertambangan skala kecil yang dijalankan secara legal melalui koperasi. Salah satu lokasi pertambangan emas rakyat adalah daerah Jampang Kulon yang berada di Kecamatan Simpenan – Kabupaten Sukabumi yang menjadi obyek penelitian ini. Pada awalnya pertambangan emas skala kecil menggunakan proses amalgamisasi yaitu menggunakan air raksa untuk mengekstrak bijih emas dalam peralatan gelundung. Seiring dengan semakin tingginya harga air raksa dan sulitnya mendapatkan barang tersebut maka para petambang berganti mengolah bijih emas dengan metode heap leaching. Proses heap leaching adalah proses mengolah bijih emas dengan media larutan natrium sianida dan karbon aktif untuk menangkap bijih emas. Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan bijih emas ini sampai saat ini tidak dimanfaatkan sama sekali dan dibuang di sekitar lokasi proses heap leaching. Hasil karakterisasi dengan metoda SEM-EDX terlihat bahwa limbah hasil pengolahan emas mengandung bahan logam tanah jarang yang sangat berharga. Potensi logam tanah jarang yang terdapat dalam limbah pengolahan bijih emas antara lain Gadolinium, Samarium, Tulium dan Terbium. Hasil analisa SEM-EDX pada salah satu sampel heap leaching menunjukkan indikasi awal adanya unsur Samarium 5,632 % , Gadolinium 6,053 % , Tulium 7,175 % dan Terbium 15,67 %.Kata Kunci : Heap Leaching, Limbah, Logam Berharga, Emas