Solikin, Ahmad
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Flypaper Effect pada Pengujian Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dan Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SILPA) terhadap Belanja Pemerintah Daerah di Indonesia (Studi Tahun 2012-2014)

Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Accounting Study Program, Faculty Economics and Business, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.036 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PAD, DAU, dan SiLPA terhadap belanja pemerintah daerah serta untuk mengetahui terjadi atau tidak terjadi flypaper effect dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah di Indonesia selama periode tahun 2012 sampai 2014. Penelitian ini juga akan membuktikan apakah pemerintah daerah bergantung pada transfer pemerintah pusat untuk membiayai seluruh pengeluarannya. Objek penelitian ini mencakup seluruh pemerintah daerah yang ada di Indonesia yang mempublikasikan laporan realisasi APBD tahunan (annual) di situs Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2012 hingga 2013 dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) kabupaten atau kota di Indonesia tahun 2014 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD berpengaruh signifikan dan mempunyai hubungan yang positif terhadap belanja daerah, DAU berpengaruh signifikan dan mempunyai hubungan yang positif terhadap belanja daerah, serta SiLPA juga berpengaruh signifikan dan mempunyai hubungan yang positif terhadap belanja daerah. Nilai koefisien DAU lebih besar dari PAD dan keduanya signifikan. Hal ini menunjukkan terjadinya flypaper effect pada pengelolaan keuangan pemerintah daerah di Indonesia selama periode tahun 2012 sampai 2014.

Uji Efektivitas Ekstrak Sargassum muticum Sebagai Alternatif Obat Bisul Akibat Aktivitas Staphylococcus aureus

Journal of Creativity Student Vol 1, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Journal of Creativity Student

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.719 KB)

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri patogen pada manusia yang menyebabkan penyakit kulit khususnya bisul. Hampir setiap orang pernah mengalami infeksi yang disebabkan bakteri oleh Staphylococcus aureus selama hidupnya, dari infeksi kulit yang kecil sampai infeksi yang tidak bisa disembuhkan. Staphylococcus cepat menjadi resisten terhadap beberapa antibiotik, maka dibutuhkan penemuan obat baru. Sumber antibakteri baru dapat diperoleh dari senyawa bioaktif seperti fenol, alkaloid dan flavonoid yang banyak terkandung dalam tanaman, salah satunya adalah alga laut jenis Sargassum muticum. Senyawa bioaktif hasil metabolisme sekunder yang dapat dijadikan sebagai antibakteri alami dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. Proses ekstraksi dapat menggunakan 3 jenis pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda, yaitu n-heksana (nonpolar), etil asetat (semi polar) dan etanol (polar). Ekstrak S. muticum diuji efetivitasnya sebagai antibakteri dengan konsentrasi 500, 400, 300, 200 dan 100 (mg/mL) kemudian dimasukkan dalam sumuran 7 mm sebanyak 50 l yang telah ditumbuhi S.aureus dan diinkubasi pada 370 C selama 24 jam. Pengukuran Luasnya zona bening merupakan bukti kepekaan S.aureus terhadap bahan atau senyawa antibakteri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil ekstraksi terbesar terdapat pada ekstrak dengan pelarut etanol 96% (2.5%) diikuti etil asetat (1%) dan n-heksanan (0.5%). Konsentrasi hambatan minimum ekstrak etanol S. muticum sebesar 100 mg/mL dengan diameter hambat 2 mm. Sedangkan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak etil asetat adalah sebesar 100 mg/mL dengan diameter hambat sebesar 2 mm serta konsentrasi hambat minimum ekstrak n-heksana sebesar 100 mg/mL sebesar 1.5 mm. Dapat disimpulkan bahwa jenis pelarut pada proses ekstraksi berpengaruh terhadap hasil ekstraksi dan aktivitas antibakteri S. muticum. Berdasarkan ketiga jenis pelarut yang digunakan ekstrak etanol S. muticum merupakan ekstrak yang paling efektif jika dibandingkan ekstrak etil asetat dan n-heksana.