Articles

Found 3 Documents
Search

Efisiensi Usahatani Padi Aromatik dan Sapi Potong pada Lahan Sawah Tadah Hujan Dengan Sistem Integrasi di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Yesmawati, Yesmawati; Kusnadi, Harwi; Mikasari, Wilda; Robiyanto, Robiyanto
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kel
Publisher : Seminar Nasional Lahan Suboptimal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yesmawati et al, 2019. Efficiency of Aromatic Rice and Coconut Rice use on Rain Wood Land With Integration System in District Seluma Province Bengkulu. pp. 510-518. Integrated farming of rainfed lowland rice and beef cattle is an effort that combines rice cultivation in rainfed lowland and beef cattle fattening. Rainfed rice fields can produce straw which can be used as animal feed and beef cattle can provide cow dung as an organic fertilizer needed in rainfed lowland rice farming. Integration between rice farming in rainfed lowland and fattening beef cattle is expected to create minimal production costs and utilization of local resource potential. This study was conducted to determine the financing structure and integration of aromatic rice and beef cattle in Seluma Regency, Bengkulu Province. The assessment method used is survey method. Primary data collection was carried out by direct observation and interviews with 25 respondents. The results of the study showed that the integration of aromatic rice paddies carried out on rainfed lowland rice and beef cattle was able to significantly increase farmer income by 1,811,667 / month and rice farmers income by Rp. 1,330,000 / month.
Pengaruh Kosentrasi Edible Coating Sarang Lebah Terhadap Susut Bobot, Tekstur, dan TPT Jeruk RGL Selama Penyimpanan Hidayat, Taufik; Ivanti, Lina; Mikasari, Wilda
JURNAL AGRITEPA Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk merupakan komoditas hortikultura yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena paling banyak dikonsumsi masyarakat dan menempati urutan pertama untuk pengeluaran belanja buah rata-rata masyarakat Indonesia, baik di desa maupun di kota. Jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) atau yang biasa dikenal dengan sebutan jeruk Gerga merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan daerah di provinsi Bengkulu. Penanganan pascapenen jeruk RGL perlu dilakukan untuk mempertahankan kualitas jeruk RGL agar sampai ditangan konsumen dalam keadaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi edible coating dari sarang lebah terhadap penurunan susut bobot, tekstur dan TPT buah jeruk RGL selama penyimpanan. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor kosentrasi edible coating dari sarang lebah  L1 = 6%,  L2 = 9% dan L3 = 12 % serta L0 = 0% sebagai kontrol dan faktor kedua umur simpan T1 = 0 hari, T2 = 3 hari, T3 = 6 hari, T4 = 9 hari, T5 = 12 hari, T6 = 15 hari, T7 = 18 hari, T8 = 21 hari, T9 = 24 hari, T10 = 27 hari dan T11 = 30 hari dengan jumlah sampel yang diukur sebanyak 30 butir buah jeruk sebagai ulangan. Variabel yang diamati antara lain adalah susut bobot, tekstur kekerasan kulit jeruk (penetrometer) dan total padatan terlarut/TPT (refraktometer). Data yang diperoleh kemudian dianalisis statistik menggunakan sidik ragam. Apabila hasil F hitung > atau sama dengan F tabel maka dilakukan uji beda DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan edible coating sebagai lapisan pelindung di bagian luar kulit jeruk diketahui mampu menahan kerusakan dan mempertahankan kualitas jeruk RGL. Perbedaan kadar edible coating yang diberikan untuk melapisi permukaan kulit luar jeruk RGL menekan laju respirasi sehingga mengurangi susut bobot yang terjadi. Kadar edible coating 12% diketahui yang paling baik dalam melindungi jeruk RGL selama penyimpanan terlihat dari susut bobot dan tekstur jeruk RGL, sementara peedible coatingan jeruk RGL tidak memberi pengaruh terhadap total padatan terlarut (TPT) jeruk RGL tetapi dipengaruhi oleh lama penyimpanan.   Kata Kunci: kualitas jeruk RGL, peedible coatingan, umur simpan, susut bobot
ORGANOLEPTIC QUALITY AND VALUE ADDED OF PULPY RIMAU GERGA LEBONG (Citrus nobilis SP.) ORANGE JUICE WITH EXTRACTION AND DYE ADDITION Mikasari, Wilda; Hidayat, Taufik; Ivanti, Lina
Jurnal Agroindustri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroind.5.2.75-84

Abstract

The purpose of this study was to determine the acceptability of society to pulpy RGL  orange juice and value-added products of pulpy RGL orange juice. The research design used was completely randomized design (CRD) factorial with two treatments which were extraction methods (A) and the addition of dyes (B). Results of research showed that orange processing into pulpy RGL orange juice by the addition of dyes and using a press and extractor were not significantly different in organoleptic. Processing pulpy RGL orange juice from 50 kg of raw material could  produce 127 liters juice and can increase the value-added orange RGL 16,300,-/kg with ratio 64 %.