Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBUATAN BRIKET DARI ARANG BATANG JAGUNG DAN TEMPURUNG KELAPA Sahputri, Riska; Syafruddin, Syafruddin; Diana, Selvie
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB)

Abstract

Briket merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan sebagian dari kegunaan minyak tanah. Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini berupa batang jagung dan tempurung kelapa serta tepung tapioka sebagai perekat. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: nilai kalor, kadar air, kadar abu, kadar zat yang mudah menguap dan kadar karbon terikat. Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah perbandingan komposisi bahan baku antara batang jagung dan tempurung kelapa yaitu 25%: 50%, 50%: 50% dan 75%: 25%. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kalor tertinggi di peroleh pada briket dari hasil perbandingan arang batang jagung dengan arang tempurung kelapa 25% : 75% perekat 10%, yaitu sebesar 5132,17 Cal/gr dengan kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap dan kadar karbon terikat masing-masing 7,15%, 5,02%, 16,13% dan 71,7%.Kata kunci: briket, batang jagung, tempurung kelapa, nilai kalor, kadar air,kadar abu.
Budidaya Ikan Lele Dengan Metode Bioflok Pada Peternak Ikan Lele Konvesional Faridah, Faridah; Diana, Selvie; Yuniati, Yuniati
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.68 KB)

Abstract

Pelatihan budidaya ikan lele dilakukan kepada peternak ikan lele didesa Meunasah Lhok Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Tujuan dari pelatihan adalah untuk meningkatkan produksi ikan lele dengan menggunakan metode bioflok.  Budidaya ikan lele sistem bioflok adalah suatu sistem pemeliharaan ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budi daya itu sendiri menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang bermanfaat sebagai makanan alami ikan. Sistem bioflok ini dinilai efektif dan mampu mendongkrak produktivitas ikan lele.  Produksi ikan lele yang dihasilkan sekitar 3000 ekor dengan berat 96 – 110 kg dari bibit 4000 ekor. Metode ini juga menghasilkan bobot ikan lebih berat 20% dengan masa panen lebih cepat sekitar 20% (2,5 bulan) dari metode konvesional. 
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KELANJUTAN UNIT PENGOMPOSAN BERBASIS MASYARAKATPENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KELANJUTAN UNIT PENGOMPOSAN BERBASIS MASYARAKAT Diana, Selvie
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.437 KB)

Abstract

Sebagai antisipasi minimalisasi kebutuhan lahan TPA, Dinas Penyehatan Lingkungan dan Kebersihan (DPLK) Kota Cimahi telah mengembangkan dan memfasilitasi unit-unit pengomposan berbasis masyarakat dalam manajemen pengelolaan sampah sejak tahun 2005. Dalam perjalanannya terdapat unit-unit pengomposan yang terus berjalan/beroperasi dan tidak beroperasi lagi. Penelitian ini secara garis besar bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah di unit pengomposan aktif dan di unit pengomposan tidak aktif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah pada unit pengomposan aktif sebesar 67,4% dan pada unit pengomposan tidak aktif sebesar 37,3%. Sedangkan hasil analisis dengan menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa variabel X1, X2, dan X3 berpengaruh secara simultan terhadap keberlanjutan unit pengomposan berbasis masyarakat sebesar 68,7%.Kata kunci: unit pengomposan, pengelolaan sampah, regresi logistik
PEMBUATAN BRIKET DARI ARANG BATANG JAGUNG DAN TEMPURUNG KELAPA Sahputri, Riska; Syafruddin, Syafruddin; Diana, Selvie
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.893 KB)

Abstract

Briket merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan untuk menggantikan sebagian dari kegunaan minyak tanah. Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini berupa batang jagung dan tempurung kelapa serta tepung tapioka sebagai perekat. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: nilai kalor, kadar air, kadar abu, kadar zat yang mudah menguap dan kadar karbon terikat. Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah perbandingan komposisi bahan baku antara batang jagung dan tempurung kelapa yaitu 25%: 50%, 50%: 50% dan 75%: 25%. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kalor tertinggi di peroleh pada briket dari hasil perbandingan arang batang jagung dengan arang tempurung kelapa 25% : 75% perekat 10%, yaitu sebesar 5132,17 Cal/gr dengan kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap dan kadar karbon terikat masing-masing 7,15%, 5,02%, 16,13% dan 71,7%.Kata kunci: briket, batang jagung, tempurung kelapa, nilai kalor, kadar air,kadar abu.