., Syaubari
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Ortofosfat dan Klorinasi Terhadap Korosi dan Mikroorganisme pada Cooling Water System di Unit Utilitas-2 PT. Pupuk Iskandar Muda Supriadi, Herri; Zaki, Muhammad; ., Syaubari
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCorrotion inhibitors and the growth of microorganisms that occur in the cooling water system can affect water quality, which causes an effect on the process temperature and temperature of the equipment. This study aims to study the effect of orthophosphate and chlorination on corrosion and microorganisms on cooling water systems, using materials such as 85% water basin cooling tower, orthophosphate [H3PO4] as 60% corrotion inhibitor, calcium hypochlorite [Ca (OCl)] as a disinfectant dissolved into water so that it becomes hypochlorite acid (HOCl). The fixed variable used is operating time every 3 hours, atmospheric cooling tower pressure, pump pressure 15 kg/cm2, feed temperature 300C, reverse temperature 400C, and 25 liter basin volume. The independent variables were orthophosphate (H3PO4) concentration of 85%: 12, 15, 18, 21, and 24 ppm, then the concentration of calcium hypochlorite [Ca(OCl)2] 60%: 53, 57, 61, 65, and 69 ppm. The results showed that the lowest corrosion value of orthophosphate corrosion inhibitor was 0.0199 grams, the highest value of microorganisms was 1000, the lowest pH value was 3.39 and the lowest residual chlorine value was 0.09 ppm while the highest use of calcium hypochlorite was 0 12 grams, the highest value of microorganisms is 0, the lowest pH value is 3.39 and the highest residual value of chlorine is 0.86 ppm in the cooling water system.
Penurunan Kadar Amonia Dalam Limbah Cair Oleh Tanaman Air Typha Latifolia (Tanaman Obor) Afriadi Aka, Heri; ., Suhendrayatna; ., Syaubari
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Keberadaan amonia berlebih sangat berbahaya bagi kehidupan di lingkungan air. Amonia merupakan polutan yang sangat berbahaya karena dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan kematian organisme. Untuk mencegah dan mengatasi permasalahan pencemaran air oleh limbah amonia dapat digunakan beragam metode. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah fitoremediasi. Fitoremediasi adalah upaya penggunaan tanaman dan bagian-bagiannya untuk dekontaminasi limbah dan masalah-masalah pencemaran lingkungan. Pada proses fitoremediasi tidak semua tanaman dapat digunakan dikarenakan semua tanaman tidak dapat melakukan metabolisme, volatilisasi dan akumulasi semua polutan dengan mekanisme yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan tanaman air Typha latifolia menyerap amonia di dalam limbah, dan mengetahui pengaruh variabel-variabel yang divariasikan di dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman air Typha latifolia memilki kemampuan yang baik dalam menyerap amonia. Penurunan konsentrasi amonia berbanding lurus dengan tinggi tanaman dan HRT (Hydraulic Retention Time).