Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Slamet Riyadi Surakarta Dengan Metode SWOT Hartono, Hartono; Widodo, Gunawan Pamudji; Sulistyowati, Elina Endang
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2011): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.15 KB)

Abstract

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik, yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah satu-satunya divisi rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengendalian seluruh sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lain yang beredar dan digunakan di rumah sakit. Sehubungan dengan hal tersebut maka pengelolaan dan manajemen IFRS harus dilakukan dengan baik, efisien dan efektif dalam untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Untuk itu IFRS perlu membuat strategi-strategi yang tepat yang dimulai dengan melakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal yang dikenal dengan analisis SWOT. Berdasarkan analisis SWOT tersebut maka IFRS dapat membuat formulasi strategi yang dapat diimplementasikan dalam pelayanan di IFRS. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan analisis strategik, dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mengeksplor keadaan lingkungan internal dan eksternal IFRS Tingkat IV Slamet Riyadi. Data dikumpulkan melalui pengamatan dokumen, pengamatan langsung dan penyebaran kuisioner. Data kualitatif dianalisis isinya dan data kuantitatif dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan hasil perhitungan matrik evaluasi internal, nilai kekuatan IFRS Tingkat IV Slamet Riyadi Surakarta lebih besar dari pada nilai kelemahan sebesar 0,28. Hasil matrik evaluasi faktor eksternal juga nilai peluang yang lebih besar dari pada nilai ancaman sebesar 0,25. Dengan demikian IFRS Tingkat IV Slamet Riyadi Surakarta berada pada kuadran 1 yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Pemilihan strategi menggunakan matrik QSP diperleh hasil bahwa meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sebesar 7,52; peningkatan pengelolaan perbekalan farmasi sebesar 7,44; peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta fasilitas IPTEK sebesar 7,37; dan melakukan riset, studi banding dan pengembangan instalasi farmasi rumah sakit sebesar 7,29.