This Author published in this journals
All Journal METANA
Ardiayasari, Anindya
Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Alat Pencetak Kue “Unthuk Yuyu” Secara Kontinyu untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi

METANA Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.202 KB)

Abstract

Industri kue kering merupakan industri makanan yang memanfaatkan tepung terigu sebagai bahan baku utama dalam proses produksinya. Produk kue kering biasanya disajikan dalam bentuk yang spesifik sebagai ciri jenis makanan yang bersangkutan, maupun untuk mendapatkan estetika yang menarik dengan bentuk yang kreatif dan berkembang. Banyak sekali makanan khas Indonesia dengan bahan baku yang sama dan proses pengolahan yang sama, namun dengan bentuk produk yang yang berbeda akan mendapatkan ketertarikan konsumen yang berbeda. Dalam skala industri untuk memproduksi makanan dalam bentuk tertentu biasanya berlomba untuk menghasilkan bentuk-bentuk yang menarik, dengan proses pembentukan menggunakan pencetakan. UMKM ” Dua Bintang” memproduksi berbagai kue kering dan makanan ringan, namun produk terbanyaknya adalah kue ”unthuk yuyu”. Selama ini dalam proses produksi masih menggunakan alat pencetak yang bekerja secara manual sehingga banyak memerlukan tenaga kerja dan kapasitas produksinya sangat terbatas. Pada saat permintaan meningkat cukup tinggi, sering tidak bisa terpenuhi karena keterbatasan tenaga kerja. Oleh karenanya untuk peningkatan kuantitas produksi perlu adanya sentuhan teknologi untuk dapat mencetak kue tersebut secara mekanik yang bekerja kontinyu. Adanya penerapan Alat Pencetak Kue yang bekerja secara kontinyu tersebut, kapasitas produksi kue unthuk yuyu di UMKM ”Dua Bintang” mengalami peningkatan kapasitas produksi dari 35 kg/hari menjadi 75 kg/hari dan  menghemat jumlah tenaga kerja dari 20 orang menjadi 8 orang. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Alat Pencetak Mekanik yang kontinyu, kapasitas produksi dapat meningkat lebih dari 100% dan biaya produksi akan menurun karena jumlah tenaga kerja yangdibutuhkan juga berkurang.